Presiden Prabowo Subianto memulai perjalanan diplomatik yang penting menuju Inggris dan Swiss untuk menghadiri serangkaian pertemuan. Dalam kunjungan ini, ia dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Raja Charles III, dua tokoh kunci dalam politik dan ekonomi global.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa Prabowo terbang dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta pada Minggu siang. Kunjungan ini memiliki tujuan strategis untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas berbagai kerjasama yang saling menguntungkan.

Pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, diadakan sebelum keberangkatan untuk membahas isu-isu terkini. Hal ini menunjukkan bahwa agenda perjalanan ini bukan hanya soal diplomasi internasional, tetapi juga mempertimbangkan dinamika domestik.

Agenda Pertemuan di Inggris dan Isu Strategis yang Dibahas

Setibanya di London, pertemuan dengan PM Keir Starmer menjadi agenda utama. Diskusi tersebut akan mencakup kesepakatan kerja sama strategis yang berfokus pada bidang ekonomi dan maritim.

Salah satu poin penting dalam pembicaraan adalah upaya meningkatkan perdagangan bilateral antara kedua negara. Keir Starmer diharapkan dapat memberikan pandangan tentang bagaimana Inggris melihat potensi investasi di Indonesia.

Selain itu, pertemuan dengan Raja Charles III juga menjadi bagian penting dari kunjungan ini. Pembicaraan tersebut akan difokuskan pada isu-isu lingkungan dan pelestarian alam, dimana Indonesia sendiri dikenal dengan keanekaragaman hayatinya yang sangat kaya.

Kolaborasi dalam Pelestarian Alam dan Lingkungan

Pembahasan mengenai pelestarian alam dipandang krusial, terutama dalam konteks tantangan global seperti perubahan iklim. Raja Charles III, yang dikenal peduli terhadap isu lingkungan, akan menjadi mitra potensial bagi Indonesia dalam upaya konservasi.

Dalam pertemuan ini, juga direncanakan akan ada diskusi mengenai konservasi gajah dan perlindungan spesies langka lainnya. Kerjasama antar negara dalam bidang ini bisa membantu menegang penyelamatan habitat alami.

Tak hanya itu, sejumlah tokoh filantropi dunia juga diundang untuk berdiskusi. Hal ini mengindikasikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi isu-isu lingkungan yang kompleks.

Pidato Kunci di World Economic Forum di Davos

Setelah agenda di Inggris, Presiden Prabowo akan menuju Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF). Di sini, ia dijadwalkan memberikan pidato kunci di hadapan 61 kepala negara dan lebih dari seribu peserta lainnya.

Pidato ini akan mencakup pandangan Indonesia terhadap perkembangan ekonomi global dan peran yang dapat dimainkan oleh Indonesia dalam kerjasama internasional. Prabowo diharapkan dapat menarik perhatian investor asing untuk lebih fokus pada pasar Indonesia.

Sebagai bagian dari agenda di WEF, dialog strategis dengan CEO dari perusahaan terkemuka juga akan dilaksanakan. Interaksi ini diharapkan bisa membuka peluang investasi yang lebih besar bagi Indonesia di masa depan.

Iklan