Gempa bumi berkekuatan 6,4 magnitudo terjadi di tenggara Pacitan, Jawa Timur, pada Jumat dini hari dan terasa hingga Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kejadian ini menyebabkan kegelisahan di kalangan warga, banyak dari mereka yang terbangun dan keluar rumah akibat getaran tersebut.

Salah seorang warga, Baharuddin, merasakan kasur yang bergoyang saat gempa terjadi. Ia terbangun dengan kaget dan melihat daun pintu rumahnya bergetar kuat.

“Getarannya kencang, berlangsung sekitar lima detik. Saya kaget dan sampai pusing,” ungkap Bahar saat berbincang pada hari itu.

Reaksi Warga Terhadap Gempa yang Mengguncang Wilayah DIY

Bahar juga menyebutkan bahwa warga kost serta tetangga di sekitar tempat tinggalnya berlarian keluar rumah. Nafil, warga Argorejo, Bantul, juga mengalami hal serupa dan segera berlari keluar sambil menggendong putranya.

Pada saat itu, beberapa warga melaporkan bahwa getaran terasa kuat dan membuat mereka terkejut. “Semua orang merasakannya,” kata Nafil dengan cemas.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengkonfirmasi bahwa gempa tersebut bersifat tektonik. Ciri khas dari gempa ini adalah ketidakberpotensiannya menimbulkan tsunami.

Sumber dan Karakteristik Gempa Bumi

Guncangan utama, berdasarkan informasi BMKG, terjadi sekitar pukul 01.06.10 WIB. Lokasi gempa berada di laut dengan koordinat 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur.

Kedalaman dari gempa ini tercatat mencapai 10 kilometer, yang menandakan bahwa ini adalah gempa dangkal. Karakteristik ini diidentifikasikan sebagai akibat dari subduksi lempeng, mengarah pada pergerakan naik atau thrust fault.

BMKG juga merinci bahwa intensitas guncangan bervariasi. Beberapa daerah seperti Pacitan, Bantul, dan Sleman melaporkan guncangan hingga tingkat IV MMI, sedangkan wilayah lain seperti Kulon Progo dan Trenggalek mengalami guncangan lebih ringan.

Getaran Gempa Bumi di Berbagai Daerah

Setelah peristiwa gempa utama, sejumlah getaran susulan terjadi meski dengan magnitudo yang lebih kecil. Beberapa warga di daerah yang merasakan getaran segera melaporkan pengalaman mereka ke media sosial.

Intensitas yang berbeda di tiap wilayah menunjukkan betapa luasnya dampak dari gempa ini. Diikuti laporan dari daerah lain seperti Malang dan Surakarta yang merasakan getaran hingga tingkat III MMI.

Banyak warga yang ragu untuk kembali tidur setelah merasakan gempa tersebut. Kejadian ini menyadarkan mereka akan pentingnya edukasi tentang keamanan saat terjadi guncangan.

Iklan