Kapal KLM Nur Ainun Balqis dilaporkan tenggelam di perairan Selat Makassar, tepatnya di wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Dari lima penumpang yang berada di atas kapal, tiga di antaranya berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Peristiwa yang mengejutkan ini menarik perhatian masyarakat luas, khususnya di daerah sekitar. Tim SAR gabungan, termasuk personel dari Basarnas dan TNI AL, segera dikerahkan untuk mencari korban yang hilang.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Palu mencatat, operasi pencarian dilakukan dengan menggunakan KN SAR Baladewa. Upaya ini dimulai setelah pihaknya menerima laporan terkait tenggelamnya kapal tersebut dan informasi mengenai lima penumpang yang berada di dalamnya.
Tindak Lanjut Pencarian Pasca Tenggelamnya Kapal
Tim SAR mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk menyelamatkan para korban. Proses pencarian dimulai pada pukul 18.14 Wita setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Upaya ini meliputi penyisiran area di sekitar tempat kapalnya tenggelam.
Menurut Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, pihaknya berupaya maksimal untuk menemukan kedua korban yang masih hilang. Operasi pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan tim di lapangan.
Selain itu, tim SAR juga dibantu oleh nelayan setempat yang memiliki pemahaman mendalam mengenai kondisi perairan di sekitar. Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian dan membantu menemukan korban yang hilang.
Kronologi Kejadian Sebelum Kapal Tenggelam
Kapal KLM Nur Ainun Balqis berangkat dari Nunukan, Kalimantan Utara, menuju Pelabuhan Orange di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Perjalanan dimulai pada Kamis (12/2) sekitar pukul 02.00 Wita dan tampaknya berjalan normal pada awalnya.
Namun, saat melintasi Selat Makassar, kapal tersebut menghadapi gelombang besar yang menyebabkan kapal oleng. Dalam situasi yang mengancam keselamatan, semua penumpang dan awak dipaksa untuk melompat ke laut demi menyelamatkan diri.
Dari informasi yang diterima, para nelayan lokal juga ikut berperan penting dalam proses penyelamatan. Tiga penumpang yang selamat berhasil ditemukan nelayan setempat, memberikan harapan besar bagi pencarian dua orang lainnya.
Tindakan Tim SAR dalam Operasi Pencarian
Operasi pencarian oleh tim SAR dilakukan dengan penuh dedikasi dan semangat profesionalisme. Basarnas menyebutkan bahwa lokasi tenggelamnya kapal berada di koordinat yang telah ditentukan, yaitu 0°0’30.30″S – 119°17’6.42″E.
Tim SAR dilengkapi dengan berbagai peralatan dan alat medis untuk mendukung usaha pencarian. Hal ini dilakukan agar semua prosedur keselamatan kerja tetap dapat terjaga selama operasi berlangsung.
Untuk mencapai titik koordinat yang dituju, estimasi waktu tiba tim sekitar pukul 21.14 Wita. Harapan tinggi diungkapkan agar kedua korban yang masih hilang bisa segera ditemukan dan diselamatkan.



