Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendapat penghargaan dalam kategori Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation (SBBI) Award 2026. Acara yang berlangsung di The Alana Solo, Karanganyar, ini menghargai pencapaian Provinsi Jawa Tengah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Penghargaan ini menyoroti peran penting pemerintah daerah dalam pertumbuhan ekonomi, investasi, dan penguatan UMKM. Menurut CEO Solopos Media Group, kepemimpinan Luthfi memiliki visi pembangunan yang solid serta berfokus pada hasil nyata untuk masyarakat.
Pesan dari CEO tersebut menegaskan bahwa inovasi tanpa dampak yang jelas hanya akan menjadi gagasan tanpa makna. Luthfi dianggap berhasil menerapkan konsep pembangunan berkelanjutan yang mungkin tidak terlihat secara langsung.
Mengapa Penghargaan Ini Penting bagi Pembangunan Daerah?
Penghargaan ini menjadi cermin dari kebijakan pembangunan yang diterapkan oleh Ahmad Luthfi dalam memimpin provinsi. Salah satu contoh nyata terlihat pada percepatan pengembangan kawasan industri di Pantai Utara, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan peluang ekonomi.
Pengembangan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menjadi salah satu wujud implementasi dari kebijakan tersebut. Inisiatif semacam ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut pengamat ekonomi, keberhasilan pemerintah daerah dalam mengolah kebijakan yang berorientasi dampak patut dicontoh. Hal ini tentu saja akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah ke depannya.
Kinerja Ekonomi dan Pertumbuhan Investasi yang Menjanjikan
Gubernur Luthfi mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah mencapai 5,89 persen, melewati rata-rata nasional yang berada di angka 5,61 persen. Ini menjadi bukti bahwa strategi pembangunan yang diterapkan mulai menunjukkan hasil.
Dengan realisasi investasi yang signifikan, Luthfi optimis bahwa program-program yang digulirkan terus berlanjut. Terlebih lagi, ancaman terhadap angka kemiskinan bisa diminimalisir jika pertumbuhan ini dapat dipertahankan.
Dengan pencapaian ini, Luthfi berharap dampak dari kebijakan yang sudah diterapkan dapat segera dirasakan oleh rakyat. Penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan adalah prioritas yang harus dicapai.
Membangun Kolaborasi untuk Mewujudkan Pembangunan yang Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Luthfi menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan daerah. Ia mengajak semua elemen masyarakat—dari pemerintah, pengusaha, hingga akademisi—untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah.
Semangat kolaboratif ini dikenal sebagai “collaborative governance” yang menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan sendirian. Kerjasama semua pihak sangat diperlukan agar program bisa lebih berdampak.
Luthfi juga meminta kepada bupati dan wali kota untuk mempersiapkan kawasan industri baru. Hingga saat ini, sudah ada 12 daerah mengajukan proposal pengembangan kawasan industri baru yang sejalan dengan visi pembangunan yang berkelanjutan.
Pentingnya Penguatan Sektor UMKM dalam Perekonomian Daerah
Selain kawasan industri, Luthfi menekankan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong keberadaan dan pertumbuhan UMKM melalui akses ke pembiayaan, sertifikasi, dan digitalisasi pemasaran.
Data menunjukkan bahwa hingga Triwulan I 2026, Pemprov Jateng telah membina hampir 200 ribu UMKM, dengan penyerapan tenaga kerja yang cukup signifikan. Upaya ini menjadi strategi untuk memastikan UMKM memiliki kekuatan bersaing di pasar global.
Memperhatikan bahwa mayoritas UMKM di Jawa Tengah merupakan usaha mikro dan kecil, pemerintah bertujuan agar mereka dapat “naik kelas” menjadi usaha menengah atau besar. Ini adalah langkah signifikan untuk meningkatkan daya saing lokal.



