Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menjadi masalah yang terus berkembang di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat ini, total area yang terdampak oleh bencana ini telah mencapai 118 hektare, mengindikasikan potensi ancaman yang serius bagi lingkungan dan masyarakat setempat.
Kepala BPBD Kabupaten Bangka Tengah, Yudi Shabara, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan hasil pengumpulan data dari berbagai insiden kebakaran yang terjadi selama tahun 2026. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya situasi karhutla yang melanda daerah tersebut, terutama saat memasuki pertengahan tahun.
Yudi mencatat bahwa selama periode Juli hingga 8 Agustus 2026, terdapat sedikitnya 51 insiden karhutla yang tercatat. Peningkatan signifikan dalam kejadian kebakaran lahan ini menunjukkan adanya ancaman yang lebih besar bagi kawasan hutan dan lahan di Bangka Tengah.
Daerah Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan di Bangka Tengah
Kawasan di sepanjang ruas jalan utama dari Koba menuju Kurau merupakan salah satu lokasi yang paling rentan terhadap kebakaran. Data mencatat terdapat 11 kejadian karhutla dalam kurun waktu tersebut, mengindikasikan perlunya perhatian lebih dari semua pihak.
“Maraknya insiden dalam dua bulan terakhir menunjukkan bahwa sejumlah wilayah di Bangka Tengah masih berada dalam kondisi rawan kebakaran,” ungkap Yudi. Hal ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Berdasarkan informasi dari BPBD, penyebab utama kebakaran lahan ini antara lain adalah kegiatan pembakaran lahan untuk pertanian yang dilakukan secara sembarangan. Keterbatasan pemahaman mengenai cara pencegahan juga berkontribusi terhadap masalah ini.
Tips Pencegahan Kebakaran dan Langkah yang Dapat Dilakukan Masyarakat
Demi mencegah terjadinya kebakaran, BPBD Bangka Tengah mengimbau masyarakat untuk mengikuti beberapa langkah preventif. Salah satunya adalah dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan ini dapat dengan mudah menyebarkan api ke area lainnya.
Selain itu, penting untuk melaporkan setiap titik api yang ditemukan secepat mungkin. Masyarakat diharapkan tidak menunggu hingga api membesar, melainkan segera berkoordinasi dengan pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan yang cepat.
Pencegahan juga bisa dilakukan dengan memastikan lingkungan sekitar rumah bebas dari bahan-bahan yang mudah terbakar. Membersihkan vegetasi kering dan sampah yang berpotensi menjadi bahan bakar api adalah langkah sederhana namun sangat efektif.
Penyuluhan dan Edukasi kepada Masyarakat
Pentingnya pendidikan mengenai kebakaran hutan dan lahan harus ditingkatkan agar masyarakat lebih sadar akan risiko yang dihadapi. Penyuluhan secara rutin oleh BPBD dan instansi terkait dapat membantu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang kebakaran.
Program edukasi harus berfokus pada pentingnya menjaga ekosistem hutan dan penggunaan lahan yang berkelanjutan. Dengan memahami dampak kebakaran, diharapkan masyarakat bisa berkontribusi secara positif dalam pencegahan.
Masyarakat juga perlu didorong untuk terlibat langsung dalam aktivitas pencarian dan pemadaman kebakaran. Pengetahuan mengenai cara menggunakan alat pemadam api dan langkah-langkah penanganan awal dapat membantu dalam situasi darurat.



