Februari 2026, Rebecca Klopper siap menjalani tantangan baru dalam karier aktingnya. Film terbarunya yang bertajuk “Ahlan Singapore” akan segera tayang di bioskop, dan dia memerankan Aisyah, seorang karakter yang penuh kedalaman dan kompleksitas. Dalam film ini, ia beradu akting dengan Kiesha Alvaro dan Ibrahim Risyad, memberikan nuansa segar pada industri film Indonesia.
Saat pertama kali ditawari peran Aisyah, Rebecca sempat ragu untuk menerima tawaran tersebut. Ia merasa bahwa ini akan menjadi langkah besar dan membebani dirinya, terutama karena karakter Aisyah adalah seorang wanita berhijab. Ketakutan ini muncul akibat kekhawatiran akan melekatnya stereotip tertentu pada dirinya dalam dunia perfilman.
“Awalnya aku bingung dan mempertanyakan diri sendiri, ‘Dapatkah aku membawa peran ini?’ Akan tetapi, setelah membaca skrip dan memahami karakter Aisyah, keraguan itu mulai pudar. Aku menyadari bahwa ini bukan hanya tantangan yang menakutkan, tetapi juga kesempatan untuk berkembang lebih jauh sebagai seorang aktris,” ungkap Rebecca dengan penuh keyakinan.
Menggali Karakter Aisyah dengan Dalam
Setelah menemukan kecintaannya pada sinopsis dan naskah, Rebecca mulai menyelami karakter Aisyah dalam “Ahlan Singapore”. Dia menyadari bahwa Aisyah vakum emosional karena luka masa kecilnya, yang membuat karakter ini menjadi semakin relatable dan manusiawi. Dalam film tersebut, Aisyah adalah seorang mahasiswi Indonesia di Singapura yang berjuang menavigasi hubungan dan cita-citanya.
Ketika bertemu Liam, senior yang hangat dan penuh rahasia, Aisyah terperangkap dalam ketegangan antara cinta dan pengorbanan. Hal ini menambah dimensi baru pada perjalanan emosional karakter tersebut, dan Rebecca seolah menemukan jati dirinya dalam karakter tersebut. “Aisyah adalah cerminan dari banyak wanita di luar sana yang berjuang antara impian dan kenyataan hidup,” tambahnya.
Pertemuan-pertemuan di Singapura memberi harapan baru bagi Aisyah. Namun, setiap kemajuan yang ia capai terancam ketika seorang sahabat kecil dari masa lalunya tiba, menciptakan ketegangan emosional yang mendalam. Kekuatan narasi dalam film ini bukan hanya tentang cinta, tetapi juga tentang komitmen terhadap diri sendiri dan mengejar mimpi meski terhalang berbagai rintangan.
Refleksi dan Ambisi dalam Karakter
Bagi Rebecca, berperan sebagai Aisyah bukan sekadar tentang akting, tetapi juga memberikan pelajaran berharga tentang kehidupan. “Aisyah jauh lebih hebat dari aku dalam banyak hal. Dia memiliki kebijaksanaan dan ketahanan yang sangat inspiratif,” ujarnya. Karakter ini mendorongnya untuk merenungkan ambisinya dan bagaimana dia dapat meningkatkan diri, baik sebagai aktris maupun sebagai individu.
Melalui Aisyah, Rebecca merasakan dorongan untuk tidak hanya menjadi baik, tetapi berusaha untuk menjadi yang terbaik. Kesadaran ini bertepatan dengan awal kuliah onlinenya, di mana semangat untuk belajar dan berkembang semakin kuat. “Karakter ini membuat aku bertekad untuk menempuh pendidikan lebih jauh dan jadi orang yang lebih berpengetahuan,” katanya dengan semangat.
Peran ini memberikan pengaruh yang mendalam dalam hidupnya, membuatnya lebih ambisius dan ingin terus berkembang. Rebecca merasa bahwa perjalanan Aisyah adalah cerminan dari perjalanan banyak orang, dan dia berharap bisa menyampaikan pesan positif ini kepada penonton di seluruh Indonesia.
Karakter Aisyah dan Keterkaitannya dengan Realitas
Rebecca Klopper percaya bahwa meskipun karakter Aisyah adalah fiktif, banyak perempuan di dunia nyata yang memiliki kisah serupa. Dia melihat bahwa di luar sana, ada banyak Aisyah yang berjuang dengan kondisi serupa, yang mungkin tidak terlihat oleh masyarakat luas. “Aku yakin kita semua memiliki sedikit Aisyah dalam diri kita, meskipun kadang kita tidak sadar akan hal itu,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa Aisyah mencerminkan ketahanan dan harapan yang dapat ditemukan dalam diri setiap orang. “Film ini mengingatkan kita bahwa kita tidak sendirian dalam perjuangan kita dan bahwa selalu ada harapan jika kita terus berjuang,” jelas Rebecca.
Film “Ahlan Singapore” diperkirakan akan menjadi inspirasi bagi banyak penonton, terutama kaum wanita yang mengalami situasi serupa. Dengan memberikan nuansa baru dalam bentuk narasi yang kuat, film ini diharapkan bisa membuka dialog tentang pentingnya mengejar mimpi dan tidak menyerah pada keadaan.



