Di tengah situasi sosial yang semakin kompleks, insiden penembakan terhadap Amat Muzakhim, suami salah satu anggota DPRD di Jawa Tengah, mencerminkan meningkatnya kecenderungan kekerasan di masyarakat. Kejadian tragis ini terjadi di kediaman mereka pada malam hari dan mengundang perhatian luas dari berbagai kalangan.

Menurut saksi, insiden tersebut berlangsung dengan cepat. Boim, panggilan akrabnya, mengira pelaku merupakan teman atau kurir yang datang mengantarkan barang ke rumahnya. Namun, situasi berbalik menjadi mengerikan ketika pelaku tiba-tiba menembak ke arah Boim.

“Pelaku menggunakan motor Vario hitam dengan pelat nomor yang ditutup plastik,” ungkap Boim. Ia menjelaskan bahwa saat menembakkan senjata api, jarak antara dia dan pelaku sekitar sepuluh meter.

Detail Kejadian Penembakan yang Mengguncang Jakarta

Insiden ini terjadi pada Sabtu malam,2 Februari 2023, saat Boim duduk di teras rumah bersama teman. Pelaku menghampiri dengan motor sebelum mengarahkan pistol ke Boim dan menembak.

Beruntung, tembakan tersebut meleset dan mengenai rumah. “Suaranya kencang, tapi saya tidak berani mengejar karena saya tidak bersenjata,” jelasnya. Keputusan tersebut diambil demi keselamatan dirinya di tengah situasi berbahaya.

Boim yang berada di Dukuh Capgawen, Kedungwuni Timur, mengagumi keberanian pelaku meskipun ia tidak mengenalnya. Identitas pelaku sulit dijangkau karena menggunakan helm dan masker.

Penyidikan oleh Pihak Kepolisian

Sesaat setelah kejadian, Boim segera melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian. Tim investigasi langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C Yusuf, mengonfirmasi bahwa proyektil berwarna perak ditemukan di area garasi rumah Boim. Proses penyelidikan dimulai, dan rekaman CCTV turut dilibatkan untuk membantu mengidentifikasi pelaku.

“Kami menemukan titik tembak berjarak sekitar 9,5 meter dari lokasi Boim duduk,” ujar Rachmad. Proses investigasi masih berlangsung untuk menemukan keterangan lebih lanjut mengenai pelaku.

Kaitannya dengan Kasus Penculikan yang Sedang Berlangsung

Boim menyebutkan bahwa saat ini ia tengah mendampingi kasus penculikan seorang pedagang martabak yang juga menarik perhatian publik. “Kasus penculikan ini telah berjalan di Polda, dan kami sudah memiliki tersangka,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa penculikan tersebut diakibatkan oleh salah informasi saat Pilkada yang menciptakan situasi membingungkan bagi masyarakat. Tingginya tingkat potensi konflik sosial menjadi tantangan tersendiri bagi pihak kepolisian dan masyarakat setempat.

Meski menghadapi situasi sulit, Boim tetap berpengharapan bahwa proses hukum akan berjalan dengan baik. Ia menegaskan bahwa tidak ada konflik pribadi yang melatarbelakangi serangan tersebut.

Iklan