Brigitta Sriulina Beru Meliala, seorang penyanyi muda berbakat, telah banyak membagikan karyanya di media sosial dengan mengcover berbagai lagu hits. Kini ia dikenal dengan nama panggung Idgitaf dan telah menghasilkan banyak lagu yang viral dan mendapatkan popularitas yang tinggi di industri musik Tanah Air.
Sejak merilis single pertamanya yang berjudul “Takut” pada tahun 2021, Idgitaf telah menapaki berbagai pengalaman dalam dunia musik. Pada acara Loud & Clear Spotify yang diadakan pada 25 Juni 2026 di Jakarta, ia berbagi pengalaman berharga kepada para musisi baru yang sedang merintis karier mereka.
Idgitaf menekankan pentingnya berinteraksi dengan musisi lain sesegera mungkin. “Berinteraksilah dengan musisi lain, secepatnya,” seru wanita berusia 25 tahun ini kepada para peserta acara.
Pengalaman Berharga dan Penyesalan yang Dirasakan Idgitaf
Kisah Idgitaf tidak berhenti di situ. Ia memiliki penyesalan mendalam karena menyia-nyiakan kesempatan berinteraksi dengan grup Reality Club yang saat itu sedang tampil. Saat pertemuan di backstage itu, Idgitaf merasa tidak percaya diri untuk menyapa Fathia Izzati dan rekan-rekannya.
“Waktu itu, aku merasa malu dan inferior di hadapan mereka,” ungkap Idgitaf. Pengalamannya saat itu menjadi pelajaran berharga bahwa keberanian dalam berkomunikasi sangat penting dalam membangun relasi di industri musik.
Setelah kembali ke hotel, Idgitaf merasakan penyesalan yang mendalam karena tidak mengulas perasaannya kepada mereka. “Kita tidak tahu kapan kesempatan seperti itu akan datang lagi,” tambahnya. Penyesalan itu memotivasi Idgitaf untuk berbagi pesan kepada para musisi baru agar tidak mengulangi kesalahannya.
Pentingnya Berinteraksi di Dunia Musik
Mengenai interaksi dengan musisi lain, Idgitaf memotivasi para pendatang baru untuk berani menyapa dan berbagi cerita. “Lakukan saja, karena kalian tidak akan tahu insight apa yang akan mereka bagi kepadamu,” ujarnya.
Ia bahkan menekankan bahwa berbagi beban perasaan bisa menjadi cara yang baik untuk menjalin hubungan. “Bisa jadi pengalaman kalian juga bisa menjadi inspirasi atau pembelajaran bagi mereka,” tuturnya.
Pada acara yang sama, grup musik Reality Club juga memberikan pesan serupa mengenai pentingnya keaslian dalam berkarya. Mereka mengingatkan bahwa mengambil inspirasi dari angka atau statistik bukanlah jaminan kesuksesan dalam berkarya.
Karya yang Otentik dan Jujur
Faiz dari Reality Club menjelaskan bahwa penciptaan karya yang otentik seharusnya berasal dari hati. “Yang terpenting adalah menemukan apa yang ingin kalian sampaikan, bukan semata mengejar target,” lanjutnya.
Dalam dunia seni, ia menekankan bahwa kesuksesan tak selalu datang secepat yang diharapkan. “Ada kalanya sebuah karya baru mulai mendapat perhatian setelah waktu tertentu,” ungkap Faiz.
Penekanan akan keaslian ini penting untuk memastikan bahwa karya yang dihasilkan benar-benar terhubung dengan audiens. “Karya yang otentik akan menemukan audiensnya, karena mereka bisa merasakan ketulusan dan kejujuran dari karya tersebut,” tambahnya.
Menjalani Karier Musik dengan Ketulusan
Bagi Idgitaf dan Reality Club, menjalani karier di dunia musik bukan sekadar tentang angka dan popularitas. “Eranya telah berubah, dan mudah untuk terjebak dalam metrik kesuksesan yang tidak selalu relevan dengan seniman itu sendiri,” kata Idgitaf.
Mereka mengajak para pendatang baru untuk menilai kembali motivasi dan tujuan mereka dalam berkarya. Karya yang dihasilkan dengan ketulusan danintegritas akan lebih langgeng dibandingkan sekadar mengikuti tren atau dorongan komersial.
Idgitaf dan Reality Club membuka diskusi tersebut dengan harapan bahwa generasi musisi baru akan lebih sadar akan pentingnya mengejar keaslian dalam berkarya. Ini adalah langkah untuk menciptakan sebuah ekosistem musik yang lebih sehat dan berkelanjutan.



