Dalam dunia perfilman Indonesia, munculnya karya baru selalu menarik perhatian banyak orang. Terlebih lagi, kehadiran aktor-aktor kelas atas yang membawakan peran-peran menantang. Derry Drajat, seorang aktor berbakat, kembali tampil dalam sebuah series terbaru yang berjudul Manis di Bibir.
Series ini disutradarai oleh John De Rantau dan siap tayang mulai tanggal 9 Juli 2026. Derry mengambil peran penting sebagai Gandhi, ayah tiri dari Alma, karakter sentral yang menambah kedalaman cerita.
Pada acara screening dan press conference yang berlangsung di Epicentrum XXI, ia menceritakan pengalamannya menghadapi tantangan peran antagonis yang jauh berbeda dengan kepribadiannya sehari-hari. Hal ini memberikan gambaran menarik tentang dinamika yang terjadi di balik layar.
Menggali Karakter dan Latar Belakang Manis di Bibir
Series Manis di Bibir mengangkat tema yang relevan dan menarik bagi penonton masa kini. Terdapat konflik emosional yang dihadapi oleh setiap karakter yang terlibat. Derry Drajat, yang berperan antagonis, menjelaskan bahwa dia harus menjelajahi sisi gelap dari karakternya.
Dia menambahkan bahwa tantangan ini membuatnya harus menggali lebih dalam ke dalam dirinya. Sehubungan dengan peran tersebut, Derry mengungkapkan betapa sulitnya mengubah caranya bersikap dari yang biasanya tenang menjadi antagonis yang berkonflik.
Dengan pendekatan mendalam, Manis di Bibir diharapkan mampu memberikan resonansi yang kuat kepada penonton. Pertentangan antara karakter utama dan antagonis akan menjadi pusat perhatian dalam setiap episode.
Konferensi Pers yang Menarik dan Inspiratif
Acara screening dan press conference dihadiri oleh banyak media dan penggemar. Derry Drajat menjadi sorotan dengan kejujurannya dalam berbagi pengalaman. Suasana pun semakin hangat ketika ia mengungkapkan kesulitan dalam memerankan tokoh antagonis yang jauh dari sifat aslinya.
Ia menceritakan bahwa selama ini, sikap sabar dan santainya membuatnya merasa tertekan selama proses syuting. Baginya, menyelami karakter yang bertentangan dengan kepribadiannya menjadi tantangan terbesar dalam karirnya.
Akting Derry tidak hanya sekedar menampilkan emosi, tetapi juga membangun hubungan dengan para pemain lainnya. Dengan pendekatan yang profesional, ia berharap dapat mengeksplorasi ikatan antar karakter di dalam cerita.
Perkembangan Karakter dalam Series Manis di Bibir
Kehadiran karakter Gandhi menjadi elemen yang sangat penting dalam pengembangan cerita. Sebagai ayah tiri Alma, interaksi mereka akan menambah lapisan emosional dalam alur cerita. Derry menyadari bahwa peran ini memiliki dampak besar pada perjalanan karakter utama.
Dia melihat Gandhi sebagai sosok yang kompleks, dengan banyak lapisan yang perlu dieksplorasi. Dalam prosesnya, Derry merasa bangga dapat memberikan warna baru bagi karakter yang ia perankan.
Dengan penggalian dalam terhadap karakter, Derry berharap penonton dapat merasakan kedalaman emosi yang disajikan. Setiap episode akan membawa penonton pada perjalanan yang semakin intens dan menegangkan.
Kesempatan untuk Meningkatkan Keterampilan Akting
Menjadi aktor menghadapi banyak tantangan. Derry mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam series ini merupakan kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas aktingnya. Memerankan karakter yang berbeda dari diri sendiri memberikan wawasan baru bagi dirinya.
Dalam diskusi di konferensi pers, ia menceritakan pengalaman mempelajari teknik akting yang berbeda. Hal ini meningkatkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai peran yang ada, menciptakan keunikan tersendiri dalam setiap penampilannya.
Keterlibatan dalam Manis di Bibir tidak hanya menjadi sarana untuk berkreasi, tetapi juga belajar dan tumbuh sebagai seorang aktor. Dengan setiap peran yang dijalani, Derry semakin yakin akan kemampuan dirinya di dunia seni peran.



